Blog Stats

Rabu, 18 Juli 2012

Tips Mengganti Bohlam Pada Kendaraan

Sering terjadi kesalahan dalam melakukan penggantian bohlam kendaraan. Banyak pemilik motor menganggap dengan mengganti bohlam dengan ukuran watt yang lebih besar akan membuat cahaya bohlam menjadi terang. Jika kita memasang ukuran watt yang besar pada motor arus AC malah justru cahaya lampu makin ngedrop, di motor bearus DC malah bikin aki cepat tekor. Nah, biar kita tidak benar tapi salah alias salah kaprah mari kita simak tips berikut.
Pilih bohlam watt kecil untuk arus AC
Sistem penerangan motor  lebih banyak menggunakan arus AC dibandingkan arus DC. Contoh sistem penerangan motor bebek atau bebek, agar lampu utama menyala mesin harus dihidupkan dulu.
Besarnya cahaya yang dipancarkan sangat tergantung dengan putaran mesin, semakin tinggi rpm mesin maka semakin terang cahaya yang dipancarkan.
Karena cahaya yang dihasilkan arus AC tidak stabil dan terkadang kurang terang, beberapa pemilik motor sengaja melakukan penggantian bohlam. Dari yang awalnya menggunakan bohlam ukuran 12V/18W, diganti dengan ukuran 12V/35W atau 12V/55W. Katanya agar cahaya yang dihasilkan semaki n terang.
Justru apa yang terjadi? Setelah melakukan penggantian dari watt kecil ke watt besar malah semakin redup, terbalik kan?
Cahaya yang dihasilkan semakin  redup karena arus yang dihasilkan sepul tidak seimbang, sehingga tidak mampu untuk menyuplai spek bohlam yang lebih besar. Apalagi besar tegangan dan arus yang dihasilkan sepul sangat tergantung putaran mesin, semakin tinggi rpm maka semakin tinggi arus yang dihasilkan begitu juga sebaliknya. Selain itu besar kecilnya arus juga diatur dan dibatasi kiprok, sehingga arus yang dihasilkan tidak terlalu besar dan cahaya yang dipancarkan tidak begitu terang. Maka dari itu jika ingin cahaya yang di hasilkan lebih terang spek atau ukuran watt bohlam jangan di yang ukuran besar  melainkan dipilih yang lebih kecil. Yang perlu diingat, supaya bohlam tidak cepat putus jangan sering geber mesin diatas rata-rata rpm.
Pilih bohlam watt besar untuk arus DC
Berbeda dengan arus AC, bohlam pada kendaraan berarus DC bisa hidup tanpa harus menyalakan mesin. Sebagai contoh honda Tiger walapun mesin belum hidup asal kunci kontak sudah ON lampu utama atau kepala bisa menyala.  Pada arus DC semakin besar  watt bohlam maka nyala lampu semakin terang, misalkan bohlam standart 12V/15W kemudian di tukar dengan ukuran 12V/55W maka cahaya yang dihasilkan akan semakin terang. Jika kita ingin yang lebih terang lagi maka bisa mengganti dengan ukuran bohlam yang lebih besar, tapi... apakah spek aki sanggup menyuplai strum ke lampu?
Aki tidak hanya menyuplai strum untuk bohlam / lampu utama saja melainkan juga menyuplai lampu belakang, panel indikator, sein dan komponen lainnya. Jika semua itu digunakan dalam jangka waktu lama maka akan membuat aki cepat ngedrop. Itu disebabkan strum yang digunakan untuk menyuplai komponen tidak sebanding dengan yang ada di aki dan yang disuplay dari sepul atau generator.
Agar aki yang kita gunakan tidak cepat tekor maka kita harus tahu kemampuan aki. Untuk mengetahui seberapa besar kemampuan aki yaitu dengan melihat spesifikasi aki. Misalkan spek aki honda tiger 12V/7 Ah,  kemudian kita hitung dengan rumus watt yaitu = volt x ampere jadinya 12 x 7 = 84 watt. Berarti aki pada honda tiger hanya mampu menyuplay arus listrik ke komponen kelistrikan 84 watt per jam, lebih dari itu aki cepat tekor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar